Ribuan Mahasiswa dan Masyarakat Makassar Demo hingga Malam Hari

LENTERA NEWS — Menolak RUU yang dinilai tidak pro rakyat, ribuan mahasiswa di berbagai kampus dan masyarakat sipil, Makassar, Sulawesi Selatan duduki jalan Urip Sumiharjo hingga malam hari, Senin, 30 September 2019.

Massa Aksi tetap bertahan hingga malam hari ini, bikin pihak DPRD Sulsel mengirim tuntutan massa aksi ke DPR pusat. “Bahwa DPRD Provinsi Sulawesi Selatan secara instansi mendukung tuntutan massa aksi,” tutur Korlap Aliansi Masyarakat Sipil Menggugat Keadilan, Parle.

Terdapat delapan tuntutan dalam aliansi tersebut yakni:

1) Tolak dan Batalkan RUU pertanahan dan semua regulasi RUU/ Revisi UU Kapitalis dan tidak pro rakyat ( UU KPK, UU SDA, RKUHP, RUU Minerba, RUU Perkelapasawitan, RUU Sistem Budidaya Pertanian Berkelanjutan, RUU Perkoperasian, RUU Permasyarakatan, RUU Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan).

2) Sahkan dengan segera RUU Perlindungan Kekerasan Seksual, RUU masyarakat Adat, RUU Perlindungan PRT.

3) Hentikan teror, Intimidasi dan Kriminalisasi Rakyat/ Petani – Nelayan Pejuang Agraria, Pejuang Pro Demokrasi Papua.

4) Bebaskan aktivis-aktivis pejuang lingkungan, agraria dan pro demokrasi tanpa syarat.

5) Hentikan tinjau kembali proyek-proyek investasi yang menggusur, merampas hak-hak dan sumber penghidupan petani, nelayan, masyarakat miskin kota (klaim kawasan hutan secara semena-mena, HGU PTPN XIV, Reklamsi CPI dll)

6) Adili aparat kepolisian yang melakukan tindakan represif dan pembunuhan pada demonstran di bulan september ini.

7) Tuntaskan kasus-kasus korupsi sumber daya alam

8) Laksanakan reforma agraria sejati.

“Kami tidak akan meninggalkan lokasi aksi sebelum pihak DPRD Sulsel menunaikan tuntutan kami,” tutup korlap, Parle kepada reporter Lentera.co.id, Surahmat di lokasi demonstrasi, Makassar.

Rep: Surahmat
Red: Jun

- Advertisement -Download

BACA JUGA

Eropa tak Dukung Penerapan Sanksi kepada Iran, AS Murka

LENTERA NEWS -- Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo mengecam negara-negara Eropa karena gagal mendukung upaya Washington untuk memulihkan sanksi PBB terhadap Iran. AS...

Kian Memanas, Taiwan akan Balas jika Diserang China

LENTERA NEWS -- Taiwan tidak akan membuat langkah provokatif, tetapi akan membalas tembakan jika pasukan China menyerang pulau tersebut. Reaksi Taipei disampaikan seorang sumber militer...

AS Tuding Iran Memiliki Bom Nuklir dan Berkomplot dengan Korut

LENTERA NEWS -- Iran dituding akan memiliki bom nuklir pada akhir tahun ini. Negara para Mullah itu juga dituduh berkomplot dengan Korea Utara (Korut) untuk mengembangkan rudal...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

POPULER

Surat Sultan Tidore buat Presiden Jokowi

Assalamualaikum wr.wb. Inilah warkatul ikhlas, yang kami sampaikan kepada Bapak dalam rangka menyambut HUT KEMERDEKAAN RI ke-74 dengan harapan dan doa semoga Bapak dan kelurga...

Tunjangan hari raya dan gaji-13 akan dibayarkan pada 24 Mei.

NEWS.LENTERA.CO.ID -- Tunjangan hari raya dan gaji ke-13 untuk aparatur sipil negara atau PNS pemerintah daerah akan dibayarkan tepat waktu merujuk pada peraturan pemerintah...

Jadi Pejabat, Anies: Dicaci tidak Tumbang, Dipuji tidak Terbang

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan tak luput dari kritikan masyarakat

Rusia Menanggapi Sikap AS Menambah Pasukan Militer di Timteng

NEWS.LENTERA.CO.ID -- Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov pada Senin, 27 Mei 2019 mengatakan, kemungkinan peningkatan keberadaan militer Amerika Serikat di Timur Tengah bisa...

46 PNS Dipecat Akibat Doyan Bolos dan Kasus Perzinaan

NEWS.LENTERA.CO.ID -- Badan Pertimbangan Kepegawaian (BAPEK) memecat 42 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang doyan bolos. Keputusan itu diambil dalam sidang terhadap 46 PNS yang...