Proyek Perusahaan China tak Selesai, Mahathir Sita 1 Miliar Ringgit

Mahathir menyita dana dari perusahaan China karena proyek pipa minyak tidak selesai.

NEWS.LENTERA.CO.ID — Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengatakan, negaranya menyita lebih dari 1 miliar ringgit dari rekening bank milik China Petroleum Pipeline Engineering (CPP). Penyitaan itu karena proyek pipa minyak tidak selesai.

Dilansir dari Republika.co.id, Penyitaan dilakukan setelah hampir satu tahun Malaysia menunda dua proyek pipa minyak yang bernilai 2,3 miliar dolar AS. Proyek tersebut dipimpin CPP, unit perusahaan energi Cina yakni China National Petroleum Corp.

“Saya mengerti uang itu untuk 80 persen pipa yang sudah dibayarkan, tapi pekerjanya baru selesai 13 persen, jadi pemerintah berhak mengambil kembali uang tersebut, karena proyek itu dibatalkan,” kata Mahathir, Selasa, 16 Juli 2019.

Mahathir mengakui Malaysia menyita uang CPP setelah Straits Times melaporkan Malaysia menyita uang CPP di HSBC Malaysia. HSBC menolak untuk mengomentari hal itu.

CPP mengatakan mereka mengerti Dewan Anti-Korupsi Malaysia memerintahkan dana tersebut ditransfer. Hal itu dilakukan tanpa sepengetahuan mereka.

“Saat ini CPP berbicara dengan pihak yang terkait untuk mendapatkan penjelasan dan memahami dasar transfer tersebut, setelah kami mendapat informasi, CPP akan mengambil tindakan yang pantas dan diperlukan untuk melindungi haknya,” kata perusahaan China itu melalui email.

CPP memenangkan lelang proyek pipa minyak itu pada 2016. Lelang yang dibentuk mantan perdana menteri Najib Razak untuk membangun pipa minyak sepanjang 600 kilometer di pantai barat semenanjung Malaysia dan 663 kilometer di Sabah, Borneo.

Ketika Mahathir mengalahkan Najib dalam pemilihan umum Juli tahun lalu ia menunda dua proyek itu. Mahathir berjanji untuk melakukan negosiasi ulang atau membatalkan apa yang ia sebut sebagai proyek ‘tidak adil’ dengan China.

Hal itu membuat hubungan kedua negara merenggang. Pada tahun ini, Malaysia dan China sepakat untuk melanjutkan proyek kereta setelah ongkosnya dipangkas sampai 44 miliar ringgit. Mahathir mengatakan ia tidak khawatir dengan dampak buruk penyitaan uang perusahaan China tersebut.

“Saya tidak melihat mengapa China akan merasa tidak senang dengan ini karena kami tidak mengambil kembali uang yang sudah mereka lakukan,” katanya. []

- Advertisement -Download

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait

Rusia Serang Suriah, 4 Warga Sipil Suriah Tewas

LENTERA NEWS -- Rusia melancarkan serangan di Idlib di Suriah, pada Sabtu, 18 Januari 2020 waktu setempat. Serangan udara yang dilakukan menewaskan sedikitnya empat...

Skandal Jiwasraya Diduga Melibatkan Orang Dekat Kekuasaan

LENTERA NEWS -- Partai Demokrat kukuh mendorong dibentuknya Pansus Jiwasraya di DPR. Demokrat tak setuju apabila dugaan skandal penyelewengan dana asuransi Jiwasraya hanya dibentuk...

Mengenal Sosok di Balik Penahanan 1 Juta Muslim Uighur di China

LENTERA NEWS -- Setelah kerusuhan berdarah di sebelah barat China sepuluh tahun lalu, Partai Komunis China menugaskan seorang pejabat untuk mengatasi masalah ketertiban: seorang...

Granat Asap Meledak Dalam Bungkusan Plastik, 2 Anggota TNI Korban

LENTERA NEWS -- Terjadi ledakan di Jakarta pada Selasa, 03 Desember 2019 sekitar pkul 07.20 WIB, tepatnya di jalan Medan Merdeka Utara, di area...

Tercemar Sampah, Sungai Ciberes jadi Merah Jambu dan Bau Busuk

LENTERA NEWS - Air Sungai Ciberes di Desa Gebang Kulon, diduga tercemar Limbah Industri dan sampah yang menyebabkan sungai tersebut berubah warna menjadi merah...

POPULER

Surat Sultan Tidore buat Presiden Jokowi

Assalamualaikum wr.wb. Inilah warkatul ikhlas, yang kami sampaikan kepada Bapak dalam rangka menyambut HUT KEMERDEKAAN RI ke-74 dengan harapan dan doa semoga Bapak dan kelurga...

Tunjangan hari raya dan gaji-13 akan dibayarkan pada 24 Mei.

NEWS.LENTERA.CO.ID -- Tunjangan hari raya dan gaji ke-13 untuk aparatur sipil negara atau PNS pemerintah daerah akan dibayarkan tepat waktu merujuk pada peraturan pemerintah...

Rusia Menanggapi Sikap AS Menambah Pasukan Militer di Timteng

NEWS.LENTERA.CO.ID -- Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov pada Senin, 27 Mei 2019 mengatakan, kemungkinan peningkatan keberadaan militer Amerika Serikat di Timur Tengah bisa...

46 PNS Dipecat Akibat Doyan Bolos dan Kasus Perzinaan

NEWS.LENTERA.CO.ID -- Badan Pertimbangan Kepegawaian (BAPEK) memecat 42 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang doyan bolos. Keputusan itu diambil dalam sidang terhadap 46 PNS yang...

Jadi Pejabat, Anies: Dicaci tidak Tumbang, Dipuji tidak Terbang

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan tak luput dari kritikan masyarakat