Mohsen: Teheran akan Menangkap dan Mengadili Presiden AS, Donald Trump

LENTERA NEWS — Seorang penasihat Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan Teheran akan menangkap Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan menyeretnya ke pengadilan atas tindakannya terhadap Iran dan negara lain.

Penasihat Khamenei itu bernama Mohsen Rezaei. Dia adalah mantan komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran. Dan kini ia menjabat sebagai sekretaris Dewan Kemanfaatan yang menasihati Khamenei.

“Pada akhirnya, kami akan menangkap Trump dan menempatkannya di pengadilan, Insya Allah. Pengadilan internasional akan bersidang dan Trump harus diadili. Dia harus diadili tidak hanya karena apa yang dia lakukan terhadap rakyat kami, tetapi juga atas kejahatannya terhadap bangsa-bangsa lain,” ujarnya kepada Channel 2 yang dilansir Times of Israel, Sabtu, 28 September 2019 dan dikutip sindonews.com.

Wawancara dengan Rezaei itu sejatinya berlangsung 22 September, namun baru diterjemahkan dan disebarkan oleh Middle East Media Research Institute (MEMRI).

Rezaei mengejek Washington karena gagal menanggapi jatuhnya pesawat nirawak mata-mata AS, RQ-4 Global Hawak oleh rudal Teheran. Dia juga meledek Amerika yang dia sebut tidak bisa menjadi sekutu yang bisa diandalkan Arab Saudi, rival regional Iran.

“Ketika Amerika tidak mampu membalas dendam terhadap Iran karena menjatuhkan pesawat ultra-rahasia mereka, akankah mereka dapat membantu Arab Saudi? Mereka tidak bisa membela diri, jadi bagaimana mereka membela Arab Saudi? Semua orang telah menerima pesan itu,” katanya.

Ketegangan meningkat di Teluk Persia sejak Mei tahun lalu ketika Trump secara sepihak menarik AS keluar dari kesepakatan nuklir 2015 antara negara-negara besar dan Iran. Sejak itu, Washington mulai menerapkan kembali sanksi yang melumpuhkan Teheran, yang oleh pemerintah Trump disebut sebagai kampanye “tekanan maksimum”.

Ketegangan berkobar lagi Mei tahun ini ketika Iran mulai mengurangi komitmennya sendiri terhadap kesepakatan nuklir yang bernama resmi Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) 2015. Washington merespons dengan mengerahkan aset-aset militer ke wilayah Teluk.

Sejak itu, kapal-kapal tanker asing di kawasan Teluk Persia diserang, meski Iran membantah sebagai pelakunya. Iran kemudian menembak jatuh drone RQ-4 Global Hawk AS dan menyita kapal tanker minyak berbendera Inggris.

Bulan ini, serangan besar-besaran melanda fasilitas minyak Saudi Aramco di Abqaiq dan Khurais, Arab Saudi. Serangan telah melumpuhkan separuh dari total produksi minyak Kerajaan Arab Saudi. Washington dan negara-negara Eropa menyalahkan Iran, namun Teheran membantah terlibat.

Kelompok pemberontak Houthi Yaman mengklaim sebagai pelakunya. Namun, Riyadh dan Washington tak percaya dengan klaim tersebut.

“Trump sudah memainkan semua kartunya,” kata Rezaei. “Dia sudah menembakkan semua pelurunya. Sekarang dia berdiri di depan kita tanpa peluru, dan dunia menertawakannya. Di masa depan, itu akan menjadi lebih buruk,” imbuh dia.

Dia menambahkan bahwa Teluk Persia tidak akan aman sampai pasukan Barat hengkang dari wilayah tersebut.

“Selama Amerika, Inggris, dan negara-negara asing lainnya ingin tetap di kawasan itu, kurangnya keamanan selama 40 tahun terakhir akan terus berlanjut,” katanya. “Kondisi pertama untuk keamanan adalah kemerdekaan negara-negara (kawasan).

“Pada hari orang Amerika meninggalkan wilayah itu, semua negara akan menjadi teman satu sama lain,” paparnya.

Pada hari Jumat, Presiden Iran Hassan Rouhani mengklaim AS telah menawarkan untuk mencabut semua sanksi terhadap Teheran jika Iran setuju untuk membahas perundingan nuklir. Klaim itu langsung dibantah oleh Trump.

- Advertisement -Download

BACA JUGA

Eropa tak Dukung Penerapan Sanksi kepada Iran, AS Murka

LENTERA NEWS -- Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo mengecam negara-negara Eropa karena gagal mendukung upaya Washington untuk memulihkan sanksi PBB terhadap Iran. AS...

Kian Memanas, Taiwan akan Balas jika Diserang China

LENTERA NEWS -- Taiwan tidak akan membuat langkah provokatif, tetapi akan membalas tembakan jika pasukan China menyerang pulau tersebut. Reaksi Taipei disampaikan seorang sumber militer...

AS Tuding Iran Memiliki Bom Nuklir dan Berkomplot dengan Korut

LENTERA NEWS -- Iran dituding akan memiliki bom nuklir pada akhir tahun ini. Negara para Mullah itu juga dituduh berkomplot dengan Korea Utara (Korut) untuk mengembangkan rudal...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

POPULER

Surat Sultan Tidore buat Presiden Jokowi

Assalamualaikum wr.wb. Inilah warkatul ikhlas, yang kami sampaikan kepada Bapak dalam rangka menyambut HUT KEMERDEKAAN RI ke-74 dengan harapan dan doa semoga Bapak dan kelurga...

Tunjangan hari raya dan gaji-13 akan dibayarkan pada 24 Mei.

NEWS.LENTERA.CO.ID -- Tunjangan hari raya dan gaji ke-13 untuk aparatur sipil negara atau PNS pemerintah daerah akan dibayarkan tepat waktu merujuk pada peraturan pemerintah...

Jadi Pejabat, Anies: Dicaci tidak Tumbang, Dipuji tidak Terbang

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan tak luput dari kritikan masyarakat

Rusia Menanggapi Sikap AS Menambah Pasukan Militer di Timteng

NEWS.LENTERA.CO.ID -- Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov pada Senin, 27 Mei 2019 mengatakan, kemungkinan peningkatan keberadaan militer Amerika Serikat di Timur Tengah bisa...

46 PNS Dipecat Akibat Doyan Bolos dan Kasus Perzinaan

NEWS.LENTERA.CO.ID -- Badan Pertimbangan Kepegawaian (BAPEK) memecat 42 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang doyan bolos. Keputusan itu diambil dalam sidang terhadap 46 PNS yang...