Indonesia Bebas Malaria, 18 Miliar Dolar Terselamatkan

Dengan menghilangkan malaria, Indonesia bisa menghemat 18 Miliar Dolar AS.

LENTERA NEWS — Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan RI telah mencanangkan Indonesia Bebas Malaria pada 2030 mendatang. Bila hal itu terjadi, pemerintah bisa menghemat hingga 18 miliar dolar AS.

Hal ini diungkapkan oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Mohammad Subuh. Ia menjelaskan, studi tahun 2015 mengenai beban ekonomi masyarakat dari penyakit yang dibawa nyamuk Anopheles ini cukup besar sekitar, yakni Rp 205 juta dolar AS atau berkisar Rp 3 triliun.

Artinya, ada beban kurang lebih Rp 11.500 per orang yang harus ditanggung bersama. Dengan menghilangnya malaria pada 2030, sebanyak 25 juta orang atau kasus dan 41 ribu kematian dapat dicegah dengan manfaat ekonomi cukup besar.

“Hilangkan malaria 2030, ada 25 juta kasus dihilangkan dan hilangkan 41 ribu kematian. Nilainya setara 18 miliar dolar AS atau Rp 255 triliun. Angka besar bagi perekonomian Indonesia,” ujarnya.

Walaupun Indonesia masih punya 11 tahun untuk mencapai target, menurut Shubuh, itu bukan waktu yang lama. Daerah bebas malaria harus pertahankan, dijaga, dan dikawal agar tidak terjadi lagi kasus malaria akibat penularan setempat.

Untuk itu, daerah yang belum bebas malaria harus mengupayakan mencapai bebas malaria. “Saya yakin dan percaya Indonesia secara bertahap bebas malaria,” ujarnya

Shubuh mengatakan, perlu ada kerja sama antara pemerintah, sektor swasta, dan komunitas atau masyarakat. Menurutnya, selama ini mereka rasakan belum adanya dukungan penuh dari sektor swasta.

“Sekarang diharapkan jangan bentuk CSR saja, tapi juga pembangunan kesehatan,” ujarnya.

Sumber: Republika.co.id

- Advertisement -Download

BACA JUGA

Trump Tuduh Petinggi Pentagon Ingin Terus Perang

LENTERA NEWS -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuduh petinggi-petinggi Departemen Pertahanan ingin perang terus terjadi agar kontraktor-kontraktor pertahanan tetap 'senang'.

Anggota DPR RI Usulkan Pidana dan Denda 100 jt bagi Paslon Pelanggar Protokol Covid

Fenomena pada masa pendaftaran pasangan calon Pilkada 2020 membuat publik resah. Ada kekawatiran muncul klaster baru Covid-19 pada tahapan pilkada selanjutnya. Terlebih, setelah pendaftaran...

ASN tak Netral pada Pilkada 2020 Dapat Sanksi Tegas

LENTERA NEWS -- Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PAN Guspardi Gaus meminta aparatur sipil negara (ASN) yang tidak netral dalam pilkada...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

POPULER

Surat Sultan Tidore buat Presiden Jokowi

Assalamualaikum wr.wb. Inilah warkatul ikhlas, yang kami sampaikan kepada Bapak dalam rangka menyambut HUT KEMERDEKAAN RI ke-74 dengan harapan dan doa semoga Bapak dan kelurga...

Tunjangan hari raya dan gaji-13 akan dibayarkan pada 24 Mei.

NEWS.LENTERA.CO.ID -- Tunjangan hari raya dan gaji ke-13 untuk aparatur sipil negara atau PNS pemerintah daerah akan dibayarkan tepat waktu merujuk pada peraturan pemerintah...

Jadi Pejabat, Anies: Dicaci tidak Tumbang, Dipuji tidak Terbang

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan tak luput dari kritikan masyarakat

Rusia Menanggapi Sikap AS Menambah Pasukan Militer di Timteng

NEWS.LENTERA.CO.ID -- Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov pada Senin, 27 Mei 2019 mengatakan, kemungkinan peningkatan keberadaan militer Amerika Serikat di Timur Tengah bisa...

46 PNS Dipecat Akibat Doyan Bolos dan Kasus Perzinaan

NEWS.LENTERA.CO.ID -- Badan Pertimbangan Kepegawaian (BAPEK) memecat 42 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang doyan bolos. Keputusan itu diambil dalam sidang terhadap 46 PNS yang...