Hadapi Iran, AS Tingkatkan Kekuatan Militer di Timur Tengah

Iran menegaskan tak akan bernegosiasi dengan AS.

NEWS.LENTERA.CO.ID — Militer Amerika Serikat (AS) kembali meningkatkan persenjataannya di Timur Tengah untuk menghadapi ancaman Iran, Jumat, 10 Mei 2019. Mereka mengumumkan pergerakan baterai rudal Patriot, dan USS Arlington.

“Adalah penting bahwa Iran memahami bahwa serangan terhadap orang Amerika atau kepentingannya akan disambut dengan tanggapan yang sesuai,” kata Penjabat Menteri Pertahanan AS Pat Shanahan seperti dilansir dari laman Voice of America, Sabtu, 11 Mei 2019.

Peningkatan persenjataan dilakukan sehari setelah kapal USS Abraham Lincoln, dan empat pesawat pengebom B-52 tiba di Timur Tengah. Ini merupakan tanggapan atas Iran yang mungkin merencanakan serangan terhadap AS.

“Kami berada di Timur Tengah untuk mengalahkan terorisme, melawan, dan membangun keamanan. Tetapi kami akan melindungi diri kami sendiri,” ucap Shanahan.

Pejabat senior militer di Pentagon menyatakan, ancaman Iran yakni di darat dan di laut. USS Arlington akan menggantikan USS Fort McHenry untuk memberikan perintah tambahan, dan kemampuan kontrol di wilayah tersebut. Ini yang akan mempercepat kemampuan untuk merespons ancaman apa pun.

Pejabat Pentagon tidak mau berkomentar di mana baterai rudal Patriot sedang dikirim. Sistem pertahanan udara segala cuaca digunakan untuk melawan rudal balistik, rudal jelajah, dan pesawat terbang.

“Amerika Serikat tidak mencari konflik dengan Iran, tetapi kami bersikap dan siap untuk membela pasukan dan kepentingan AS di kawasan itu,” kata Pentagon dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan Jumat.

Sementara itu, kantor berita Tasnim di Iran mengutip seorang komandan tinggi Pengawal Revolusi Iran yang mengatakan Teheran tidak akan bernegosiasi dengan AS. Pernyataan tersebut menyusul undangan tidak langsung Presiden AS, Donald Trump kepada para pemimpin Iran untuk meneleponnya.

Trump menyerukan negosiasi dengan Iran beberapa kali pada Kamis. “Apa yang ingin saya lihat dengan Iran, saya ingin melihat mereka menghubungi saya,” kata Trump pada wartawan.

Source: Republika

- Advertisement -Download

BACA JUGA

Eropa tak Dukung Penerapan Sanksi kepada Iran, AS Murka

LENTERA NEWS -- Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo mengecam negara-negara Eropa karena gagal mendukung upaya Washington untuk memulihkan sanksi PBB terhadap Iran. AS...

Kian Memanas, Taiwan akan Balas jika Diserang China

LENTERA NEWS -- Taiwan tidak akan membuat langkah provokatif, tetapi akan membalas tembakan jika pasukan China menyerang pulau tersebut. Reaksi Taipei disampaikan seorang sumber militer...

AS Tuding Iran Memiliki Bom Nuklir dan Berkomplot dengan Korut

LENTERA NEWS -- Iran dituding akan memiliki bom nuklir pada akhir tahun ini. Negara para Mullah itu juga dituduh berkomplot dengan Korea Utara (Korut) untuk mengembangkan rudal...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

POPULER

Surat Sultan Tidore buat Presiden Jokowi

Assalamualaikum wr.wb. Inilah warkatul ikhlas, yang kami sampaikan kepada Bapak dalam rangka menyambut HUT KEMERDEKAAN RI ke-74 dengan harapan dan doa semoga Bapak dan kelurga...

Tunjangan hari raya dan gaji-13 akan dibayarkan pada 24 Mei.

NEWS.LENTERA.CO.ID -- Tunjangan hari raya dan gaji ke-13 untuk aparatur sipil negara atau PNS pemerintah daerah akan dibayarkan tepat waktu merujuk pada peraturan pemerintah...

Jadi Pejabat, Anies: Dicaci tidak Tumbang, Dipuji tidak Terbang

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan tak luput dari kritikan masyarakat

Rusia Menanggapi Sikap AS Menambah Pasukan Militer di Timteng

NEWS.LENTERA.CO.ID -- Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov pada Senin, 27 Mei 2019 mengatakan, kemungkinan peningkatan keberadaan militer Amerika Serikat di Timur Tengah bisa...

46 PNS Dipecat Akibat Doyan Bolos dan Kasus Perzinaan

NEWS.LENTERA.CO.ID -- Badan Pertimbangan Kepegawaian (BAPEK) memecat 42 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang doyan bolos. Keputusan itu diambil dalam sidang terhadap 46 PNS yang...