Gegara Langgar Karantina, Pria ini Didenda 1.000 Dolar

LENTERA NEWS — Seorang pria Singapura didenda sebesar 1.000 dolar AS karena melanggar karantina. Pemerintah Singapura telah menetapkan hukuman berat bagi mereka yang melanggar aturan karantina, sebagai upaya untuk mencegah penyebaran virus corona.

Pada pertengahan Maret, seorang konsultan keuangan, Tay Chun Hsien (22 tahun) telah diminta untuk melakukan karantina mandiri selama 14 hari setelah dia diduga melakukan kontak dengan pasien virus corona. Namun dia melanggar karantina tersebut dengan keluar rumah untuk membeli roti prata di sebuah food court.

Tay ditangkap ketika sedang menikmati roti prata, yakni makanan khas India di sebuah food court yang tak jauh dari rumahnya. Seorang petugas yang memantau karantina menelpon Tay untuk memeriksa apakah dia tetap berada di rumah. Namun, Tay mengatakan bahwa dia pergi keluar rumah untuk membeli makanan karena lapar. Tak lama kemudian, Tay ditangkap dan dikenakan denda.

“Pada tahap kritis dalam perjuangan bangsa melawan Covid-19, setiap orang memiliki peran masing-masing. Orang-orang yang harus melakukan Perintah Karantina Rumah dan tindakan-tindakan lainnya, harus mematuhinya,” kata Wakil Jaksa Penuntut Umum, Norman Yew.

Norman menambahkan, Tay telah kembali ke rumah dan menunjukkan risiko rendah penularan virus corona. Hingga berita ini diturunkan, Tay tidak menjawab permintaan komentar.

Pelanggaran terhadap perintah karantina berada di bawah Undang-Undang Penyakit Menular. Pelanggaran tersebut berupa denda hingga 10.000 dolar AS atau penjara hingga enam bulan, atau bahkan keduanya.

Hukuman terberat pernah diberikan kepada seorang pengusaha, Alan Tham Xiang Sheng (32 tahun) yang melanggar perintah karantina. Alan diketahui keluar rumah untuk memakan bah kut teh atau sup iga babi di sebuah food court.

Alan diminta untuk melakukan karantina mandiri selama 14 hari pada pertengahan Maret, ketika dia kembali dari Myanmar. Malam hari setelah dia pulang dari Myanmar, Alan pergi ke sebuah food court untuk memakan bah kut teh dan mengunggahnya di media sosial. Akhirnya dia dijatuhi hukuman penjara enam minggu.

“Hidup dipertaruhkan. Pesan jera yang jelas harus dikirim kepada mereka yang akan membahayakan kesehatan dan keselamatan orang lain demi kenyamanan atau keinginan dan keinginan mereka,” kata jaksa penuntut umum.

Source: republika.co.id

- Advertisement -Download

BACA JUGA

Trump Tuduh Petinggi Pentagon Ingin Terus Perang

LENTERA NEWS -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuduh petinggi-petinggi Departemen Pertahanan ingin perang terus terjadi agar kontraktor-kontraktor pertahanan tetap 'senang'.

Anggota DPR RI Usulkan Pidana dan Denda 100 jt bagi Paslon Pelanggar Protokol Covid

Fenomena pada masa pendaftaran pasangan calon Pilkada 2020 membuat publik resah. Ada kekawatiran muncul klaster baru Covid-19 pada tahapan pilkada selanjutnya. Terlebih, setelah pendaftaran...

ASN tak Netral pada Pilkada 2020 Dapat Sanksi Tegas

LENTERA NEWS -- Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PAN Guspardi Gaus meminta aparatur sipil negara (ASN) yang tidak netral dalam pilkada...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

POPULER

Surat Sultan Tidore buat Presiden Jokowi

Assalamualaikum wr.wb. Inilah warkatul ikhlas, yang kami sampaikan kepada Bapak dalam rangka menyambut HUT KEMERDEKAAN RI ke-74 dengan harapan dan doa semoga Bapak dan kelurga...

Tunjangan hari raya dan gaji-13 akan dibayarkan pada 24 Mei.

NEWS.LENTERA.CO.ID -- Tunjangan hari raya dan gaji ke-13 untuk aparatur sipil negara atau PNS pemerintah daerah akan dibayarkan tepat waktu merujuk pada peraturan pemerintah...

Jadi Pejabat, Anies: Dicaci tidak Tumbang, Dipuji tidak Terbang

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan tak luput dari kritikan masyarakat

Rusia Menanggapi Sikap AS Menambah Pasukan Militer di Timteng

NEWS.LENTERA.CO.ID -- Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov pada Senin, 27 Mei 2019 mengatakan, kemungkinan peningkatan keberadaan militer Amerika Serikat di Timur Tengah bisa...

46 PNS Dipecat Akibat Doyan Bolos dan Kasus Perzinaan

NEWS.LENTERA.CO.ID -- Badan Pertimbangan Kepegawaian (BAPEK) memecat 42 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang doyan bolos. Keputusan itu diambil dalam sidang terhadap 46 PNS yang...