Gegara Kartun Nabi Muhammad, Erdogan Minta Boikot Produk Prancis

LENTERA NEWS — Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan meminta rakyatnya untuk memboikot produk-produk Prancis setelah Ankara dan Paris terlibat perang kata-kata. Ketegangan ini buntut dari penggunaan kartun yang menghina Nabi Muhammad dalam diskusi kebebasan berekspresi di sekolah Prancis.

Menteri Luar Negeri Kanada Francois-Philippe Champagne membela Prancis. “Kami berdiri dalam solidaritas dengan teman Prancis kami,” tulis Champagne via akun Twitter-nya, @FP_Champagne, Selasa, 27 Oktober 2020.

“Komentar terbaru Turki tentang Prancis sama sekali tidak dapat diterima. Kita harus kembali ke pertukaran diplomatik yang saling menghormati. Kami akan selalu berdiri bersama untuk membela kebebasan berekspresi dengan hormat,” lanjut diplomat Kanada tersebut.

Pada hari Senin, Erdogan meminta warga Turki untuk memboikot produk-produk Prancis di tengah ketegangan bilateral atas pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron tentang Islam yang dianggap sebagai penghinaan.

“Sama seperti mereka mengatakan ‘Jangan membeli barang dengan merek Turki’ di Prancis, saya menyerukan kepada semua warga saya dari sini untuk tidak pernah membantu merek Prancis atau membelinya,” kata Erdogan.

Prancis adalah sumber impor terbesar ke-10 bagi Turki dan pasar terbesar ketujuh untuk ekspor negara Erdogan tersebut. Di antara impor utama Prancis, mobil Prancis termasuk di antara mobil dengan penjualan tertinggi di Turki.

Menteri Delegasi Perdagangan Luar Negeri dan Daya Tarik Ekonomi Prancis, Franck Riester, mengatakan pada hari Senin bahwa Prancis tidak berniat untuk membatasi impor barang-barang Turki menyusul seruan Erdogan untuk boikot. Sejumlah negara Muslim lainnya juga menyerukan boikot semacam itu.

Pada hari Minggu, Paris mengutuk reaksi tegas Ankara terhadap pernyataan Macron terhadap Islam dan memanggil pulang duta besarnya dari Turki untuk berkonsultasi.

Pada 21 Oktober, Macron menyampaikan pidatonya dalam upacara peringatan guru sejarah Prancis; Samuel Paty, yang dipenggal oleh seorang remaja radikal etnis Chechnya. Presiden menyerukan negaranya untuk “membebaskan Islam di Prancis dari pengaruh asing dan memperkuat kontrol atas pendanaan masjid”. Dia menekankan bahwa Prancis akan terus mempertahankan kebebasan berekspresi dan meningkatkan pertempuran melawan Islam radikal.

Pada hari Sabtu, Erdogan mengatakan bahwa presiden Prancis tidak menghormati jutaan warga Muslim Prancis dan “membutuhkan perawatan mental”. Dia menambahkan bahwa manifestasi permusuhan terhadap Islam berarti permusuhan terhadap Turki.

Macron dalam pernyataan di Twitter hari Senin mengatakan; “Kami tidak akan pernah menyerah. Kami menghormati semua perbedaan dalam semangat damai. Kami tidak menerima perkataan yang mendorong kebencian dan membela perdebatan yang masuk akal. Kami akan selalu berpihak pada martabat manusia dan nilai-nilai universal.”

(Source: Sindonews.com/min)

- Advertisement -Download

BACA JUGA

Di Back Up TNI dan Tim Terbaik Polri, Kapolda Sulteng Berkantor di Poso Buru Kelompok MIT

LENTERA MALUT -- Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis memerintahkan Kapolda Sulawesi Tengah (Sulteng) Irjen Pol Abdul Rakhman Baso untuk berkantor di Poso....

Membaca Arah Kebijakan Pembentukan UU Ciptaker

LENTERA NEWS -- Pada 5 Oktober lalu, Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) telah mengesahkan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang....

Logo Sumpah Pemuda 2020 Dirilis Kemenpora. Ini Maknanya

LENTERA NEWS -- Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali secara resmi melaunching logo Hari Sumpah Pemuda ke-92 tahun...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

POPULER

Surat Sultan Tidore buat Presiden Jokowi

Assalamualaikum wr.wb. Inilah warkatul ikhlas, yang kami sampaikan kepada Bapak dalam rangka menyambut HUT KEMERDEKAAN RI ke-74 dengan harapan dan doa semoga Bapak dan kelurga...

Tunjangan hari raya dan gaji-13 akan dibayarkan pada 24 Mei.

NEWS.LENTERA.CO.ID -- Tunjangan hari raya dan gaji ke-13 untuk aparatur sipil negara atau PNS pemerintah daerah akan dibayarkan tepat waktu merujuk pada peraturan pemerintah...

Jadi Pejabat, Anies: Dicaci tidak Tumbang, Dipuji tidak Terbang

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan tak luput dari kritikan masyarakat

Rusia Menanggapi Sikap AS Menambah Pasukan Militer di Timteng

NEWS.LENTERA.CO.ID -- Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov pada Senin, 27 Mei 2019 mengatakan, kemungkinan peningkatan keberadaan militer Amerika Serikat di Timur Tengah bisa...

46 PNS Dipecat Akibat Doyan Bolos dan Kasus Perzinaan

NEWS.LENTERA.CO.ID -- Badan Pertimbangan Kepegawaian (BAPEK) memecat 42 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang doyan bolos. Keputusan itu diambil dalam sidang terhadap 46 PNS yang...