Dugaan Polisi, Pelaku Pembakaran Masjid di Bogor Alami Gangguan Mental

BOGOR, LENTERA.CO.ID – Pelaku pembakaran mushala dan Masjid Nurul Huda di Jalan Sumur Wangi Lamping, Kelurahan Kayu Manis, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Rabu, 12 Desember 2018 malam, belum dipastikan. Kepala Satuan Reskrim Bogor, Agah Sanjaya, menyatakan pihak kepolisian baru melakukan penangkapan kepada terduga pelaku.

“Hingga saat ini kami masih melakukan penyelidikan terkait pembakaran yang ada,” kata Agah, Kamis, 13 Desember 2018.

Kapolres Bogor Komisaris Besar Polisi Ulung Sampurna Jaya, menyebut, polisi saat ini sudah menangkap terduga pelaku pembakaran. Ia menuturkan, dugaan sementara pelaku pembakaran masjid merupakan seorang pemuda berinisial K (25 tahun) yang memiliki gangguan keterbelakangan mental.

“Baru akan dilakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap pelaku pembakaran hari ini (13/12),” kata Ulung.

Pihak kepolisian baru akan memeriksa kejiwaan terduga pelaku ke rumah sakit jiwa dan menyingkronkan laporan dari warga sekitar. Sementara itu, pemeriksaan kondisi di tempat kejadian perkara (TKP) agak sulit dilakukan karena warga telah melakukan pembersihan sisa-sisa kebakaran.

“Jadi, TKP juga sudah rusak,” kata Ulung.

Diketahui sebelumnya oleh warga, K merupakan seorang pemuda yang sejak lama memiliki gangguan keterbelakangan mental seperti mencuci Al-Quran dengan air lalu menjemurnya. Selain itu, K juga kerap kali disebut warga pernah mendalami ilmu gaib kebatinan.

Informasi yang dihimpun Republika.co.id dari keterangan warga sekitar, K beserta keluarga telah pindah rumah dari Tanah Sareal ke wilayah Ciseeng, Kabupaten Bogor, sejak 2016. Beberapa warga juga menyebut saat kejadian berlangsung, warga tidak melihat keberadaan K di lokasi kejadian. Spekulasi yang sempat terjadi sebelumnya terkait kasus pembakaran dua rumah ibadah berujung pada penangkapan K.

Salah satu pengurus musola sekaligus saksi, Alamsyah, menjelaskan kronologi pembakaran yang terjadi pada pukul 23.00 WIB. Menurutnya, sebelum peristiwa pembakaran terjadi, dirinya tengah mengajar mengaji di teras rumahnya yang berada di samping musola hingga pukul 22.00 WIB. Ketika itu diketahui, dirinya tidak melihat adanya gerak-gerik mencurigakan apapun dari orang yang tidak dikenal di sekitaran lokasi.

Pada pukul 23.00 WIB, Alamsyah menuturkan, istrinya membuka pintu rumah karena lupa memindahkan jemuran. Dan seketika itu juga terlihat kobaran api di sisi kanan musola, dan langsung segera dilakukan tindakan pemadaman ala kadarnya oleh Alamsyah dan istri.

“Saya mencoba minta tolong ke warga, tapi anehnya warga nggak ada, sepi. Jadi saya dan istri saja berdua guyur pakai air, saya pindahkan sajadah-sajadah agar tidak merembet dan korsleting listrik,” kata Alamsyah.

Setelah pemadaman berhasil dilakukan, belakangan diketahui sepinya warga di sekitaran lokasi dikarenakan warga pergi berbondong-bondong melakukan pemadaman ke Masjid Nurul Huda tanpa tahu bahwa musola dekat rumah mereka juga ikut terbakar. Sementara itu ia menyebut seorang pemuda yang sempat ditangkap oleh polisi pada malam kejadian diduga bukan pelaku pembakaran dua rumah ibadah, melainkan seorang yang diduga hendak melakulan pencurian rumah warga.

Ketua Dewan Keamanan Masjid (DKM) Tanah Sareal, Isep Karsono, menyatakan, kejadian diketahui sekitar pukul 23.00-23.30 WIB. Begitu kejadian berlangsung, ia menyebut warga sekitar secara swadaya melakukan pembersihan sisa-sisa kebakaran.

“Sementara barang-barang bukti seperti karpet yang terbakar dan lainnya sudah dibawa polisi untuk diperiksa,” kata Isep.

- Advertisement -Download

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait

Rusia Serang Suriah, 4 Warga Sipil Suriah Tewas

LENTERA NEWS -- Rusia melancarkan serangan di Idlib di Suriah, pada Sabtu, 18 Januari 2020 waktu setempat. Serangan udara yang dilakukan menewaskan sedikitnya empat...

Skandal Jiwasraya Diduga Melibatkan Orang Dekat Kekuasaan

LENTERA NEWS -- Partai Demokrat kukuh mendorong dibentuknya Pansus Jiwasraya di DPR. Demokrat tak setuju apabila dugaan skandal penyelewengan dana asuransi Jiwasraya hanya dibentuk...

Mengenal Sosok di Balik Penahanan 1 Juta Muslim Uighur di China

LENTERA NEWS -- Setelah kerusuhan berdarah di sebelah barat China sepuluh tahun lalu, Partai Komunis China menugaskan seorang pejabat untuk mengatasi masalah ketertiban: seorang...

Granat Asap Meledak Dalam Bungkusan Plastik, 2 Anggota TNI Korban

LENTERA NEWS -- Terjadi ledakan di Jakarta pada Selasa, 03 Desember 2019 sekitar pkul 07.20 WIB, tepatnya di jalan Medan Merdeka Utara, di area...

Tercemar Sampah, Sungai Ciberes jadi Merah Jambu dan Bau Busuk

LENTERA NEWS - Air Sungai Ciberes di Desa Gebang Kulon, diduga tercemar Limbah Industri dan sampah yang menyebabkan sungai tersebut berubah warna menjadi merah...

POPULER

Surat Sultan Tidore buat Presiden Jokowi

Assalamualaikum wr.wb. Inilah warkatul ikhlas, yang kami sampaikan kepada Bapak dalam rangka menyambut HUT KEMERDEKAAN RI ke-74 dengan harapan dan doa semoga Bapak dan kelurga...

Tunjangan hari raya dan gaji-13 akan dibayarkan pada 24 Mei.

NEWS.LENTERA.CO.ID -- Tunjangan hari raya dan gaji ke-13 untuk aparatur sipil negara atau PNS pemerintah daerah akan dibayarkan tepat waktu merujuk pada peraturan pemerintah...

Rusia Menanggapi Sikap AS Menambah Pasukan Militer di Timteng

NEWS.LENTERA.CO.ID -- Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov pada Senin, 27 Mei 2019 mengatakan, kemungkinan peningkatan keberadaan militer Amerika Serikat di Timur Tengah bisa...

46 PNS Dipecat Akibat Doyan Bolos dan Kasus Perzinaan

NEWS.LENTERA.CO.ID -- Badan Pertimbangan Kepegawaian (BAPEK) memecat 42 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang doyan bolos. Keputusan itu diambil dalam sidang terhadap 46 PNS yang...

Jadi Pejabat, Anies: Dicaci tidak Tumbang, Dipuji tidak Terbang

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan tak luput dari kritikan masyarakat