Dianggap Semena-mena, Warga Serbu Kebun Karet PT Lonsum

BULUKUMBA – Ribuan warga berpakaian hitam-hitam, bergerombol di area perkebunan karet PT Lonsum. Mereka adalah perwakilan dari masyarakat adat Suku Kajang, yang mengepung area perkebunan karet itu.

Kedatangan mereka melakukan aksi protes dan mendesak untuk segera menghentikan alat berat milik PT Lonsum, yang sedang bekerja dalam pembersihan lahan, guna peremajaan perkebunan karet yang berada di Garanta, Kecamatan Kajang, Bulukumba.

Penghentian aktivitas seperti saat itu, bukanlah kali pertama. Sebelumnya juga sudah dilakukan oleh warga, untuk menghentikan aktivitas PT. Lonsum, karena dilatarbelakangi sikap dari pihak perusahaan, yang mereka katakan terus memaksakan kehendak dan mengingkari kesepakatan-kesepakatan yang dibuat.

Padahal, sebelumnya pada Jumat 7 September lalu, Pemerintah Kabupaten Bulukumba, telah memfasilitasi warga dari sembilan desa, tergabung dalam Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) Cabang Bulukumba, melakukan aksi protes, yang menuntut segera dilaksanakanya kesepakatan.

Kesepakatan tersebut telah dibuat bersama yang difasilitasi Kementerian Dalam Negeri pada (8/8/18). Itu sebagai salah satu upaya dalam penyelesaian konflik berkepanjangan, antara pihak perusahaan dengan warga dan masyarakat adat Suku Kajang.

Tuntutannya, perlu ada pengukuran kembali batas kepemilikan masyarakat, tanah adat milik suku Kajang, tanah adat Bulukumba Toa dan Hak Guna Usaha milik PT. PP Lonsum, yang akan dilakukan oleh tim yang dibentuk pihak pemerintah.

Rudy Tahas, ketua AGRA Bulukumba menjelaskan, setelah protes yang dilakukan anggota AGRA, pihak perusahaan melalui Managernya, Erwin, sepakat untuk menghentikan aktivitas dan membahas masalah ini difasilitasi Pemkab Bulukumba. Sayangnya, pada pertemun ini, pihak Lonsum tak hadir menemui warga.

“Sikap perusahaan tetap keras kepala, dan seolah-olah tidak ingin menyelesaikan konflik yang sudah berkepanjangan ini. Jika terus dibiarkan dan perusahaan tetap pada pendirianya, maka konflik ini bisa memanas kembali,” ungkap Rudy Tahas, Senin (10/9/2018).

“Kami sudah dihubungi pihak PT Lonsum. Katanya tidak bisa hadir hari ini, mereka meminta pertemuannya nanti Rabu,” ujar Djunaedi di depan warga adat Kajang dan aktivis AGRA yang memadati salah satu ruangan di Kantor Bupati Bulukumba.

Menanggapi hal itu, Rudy Tahas menyebutkan, tindakan semacam ini memang sudah menjadi karakter pihak PT Lonsum. “Karakternya PT Lonsum memang seperti itu, sewenang-wenang, dan tidak menghargai kesepakatan,” sesal Rudy.

Berdasarkan peraturan dan kesepakatan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), sebelum diberikan kepastian tentang kelanjutan Kontrak Hak Guna Usaha (HGU) terhadap PT Lonsum (Lonsum) di Bulukumba, ada beberapa hal yang telah disepakati.

Yakni, bakal fokus menyelesaikan persoalan yang sudah teridentifikasi terlebih dahulu, seperti dugaan lahan HGU yang tidak sesuai batas, mengembalikan tanah ulayat Kajang dan tanah adat Bulukumpa Toa, serta tanah warga yang bersertifikat yang diambil oleh PT Lonsum.

“Seharusnya jangan ada aktivitas dulu yang berkaitan dengan hal itu, sebelum ada tim-tim yang dibentuk, sesuai keputusan dan kesepakatan di pusat. Tim ini nantinya akan turun langsung ke lapangan,” jelas Rudy.

- Advertisement -Download

BACA JUGA

Eropa tak Dukung Penerapan Sanksi kepada Iran, AS Murka

LENTERA NEWS -- Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo mengecam negara-negara Eropa karena gagal mendukung upaya Washington untuk memulihkan sanksi PBB terhadap Iran. AS...

Kian Memanas, Taiwan akan Balas jika Diserang China

LENTERA NEWS -- Taiwan tidak akan membuat langkah provokatif, tetapi akan membalas tembakan jika pasukan China menyerang pulau tersebut. Reaksi Taipei disampaikan seorang sumber militer...

AS Tuding Iran Memiliki Bom Nuklir dan Berkomplot dengan Korut

LENTERA NEWS -- Iran dituding akan memiliki bom nuklir pada akhir tahun ini. Negara para Mullah itu juga dituduh berkomplot dengan Korea Utara (Korut) untuk mengembangkan rudal...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

POPULER

Surat Sultan Tidore buat Presiden Jokowi

Assalamualaikum wr.wb. Inilah warkatul ikhlas, yang kami sampaikan kepada Bapak dalam rangka menyambut HUT KEMERDEKAAN RI ke-74 dengan harapan dan doa semoga Bapak dan kelurga...

Tunjangan hari raya dan gaji-13 akan dibayarkan pada 24 Mei.

NEWS.LENTERA.CO.ID -- Tunjangan hari raya dan gaji ke-13 untuk aparatur sipil negara atau PNS pemerintah daerah akan dibayarkan tepat waktu merujuk pada peraturan pemerintah...

Jadi Pejabat, Anies: Dicaci tidak Tumbang, Dipuji tidak Terbang

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan tak luput dari kritikan masyarakat

Rusia Menanggapi Sikap AS Menambah Pasukan Militer di Timteng

NEWS.LENTERA.CO.ID -- Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov pada Senin, 27 Mei 2019 mengatakan, kemungkinan peningkatan keberadaan militer Amerika Serikat di Timur Tengah bisa...

46 PNS Dipecat Akibat Doyan Bolos dan Kasus Perzinaan

NEWS.LENTERA.CO.ID -- Badan Pertimbangan Kepegawaian (BAPEK) memecat 42 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang doyan bolos. Keputusan itu diambil dalam sidang terhadap 46 PNS yang...