Daun Bawang; Potensi Baru Purbaligga

LENTERA NEWS — Daun bawang (Allium fistulosum) merupakan salah satu jenis sayuran dari kelompok bawang yang banyak digunakan dalam masakan, khususnya dalam masakan khas Indonesia. Mulai dari makanan berkuah seperti sop, soto, bubur ayam, hingga jajanan cemilan seperti martabak dan mendoanmenggunakan daun bawang. Kurang nikmat rasanya jika makanan-makanan tersebut disajikan tanpa ada daun bawang didalamnya.

Selain menambah cita rasa, daun bawang juga kaya akan antioksidan. Daun bawang dapat melancarkan peredaran darah, mencegah anemia, dan juga baik untuk kesehatan mata. Mungkin khasiat-khasiat inilah yang menyebabkan petani-petani di Purbalingga memilih untuk menanam daun bawang sebagai tanaman andalannya.

Pada dasarnya daun bawang dapat tumbuh di lingkungan apapun. Namun lingkungan yang paling ideal untuk pertumbuhan daun bawang adalah daerah dengan ketinggian 900-1700 mdpl. Suhu pertumbuhan idealnya adalah 190C – 240C dengan tingkat keasaman tanah pH 6,5-7,5. Oleh karena itu, tempat yang cocok untuk menanam daun bawang adalah daerah dataran tinggi.

Perlu diketahui bahwa pada tahun 2018 Purbalingga adalah kabupaten yang memproduksi daun bawang terbanyak ke-5 di Jawa Tengah. Daerah yang paling cocok untuk menanam daun bawang di Purbalingga adalah daerah kaki Gunung Slamet, yaitu Kecamatan Karangreja. Jika dilihat dari data BPS (Badan Pusat Statistik), Kecamatan Karangreja merupakan satu-satunya kecamatan di Purbalingga yang memproduksi daun bawang. Meskipun hanya satu kecamatan, tapi Kecamatan Karangreja mampu menjadikan daun bawang sebagai produksi sayur terbesar di Purbalingga. Penduduk di Kecamatan Karangreja umumnya memiliki lahan untuk ditanami sayuran di pekarangan rumahnya untuk keperluan dapurnya sendiri.

Namun banyak juga dari mereka yang memiliki lahan sawah selain di pekarangan rumahnyayang digunakan untuk ditanami sayuran, khususnya daun bawang.

Proses pertumbuhan daun bawang memerlukan waktu selama kurang lebih dua setengah bulan. Jika dimaksimalkan, petani dapat memanen daun bawang 4 sampai 5 kali dalam setahun. Mungkin inilah salah satu alasan petani di Kecamatan Karangreja memilih menanam daun bawang dibandingkan dengan padi yang memerlukan waktu 4 bulan hingga panen. Selain itu, suhu di Kecamatan Karangreja juga kurang cocok untuk menanam padi.

Produksi daun bawang di Purbalingga pada tahun 2018 meningkat hampir dua kali lipat. Pada tahun 2017produksi daun bawang sebesar 5383,28 ton dan meningkat menjadi 9618,86 ton pada tahun 2018. Hal ini dikarenakan penggunaan lahan untuk menanam daun bawang yang juga meningkat pesat sebesar 341 hektar.

Produktivitas daun bawang juga mengalami peningkatan yang cukup besar, yaitu dari 8 ton per hektar menjadi 9,5 ton per hektar. Ini berarti Kabupaten Purbalingga khususnya Kecamatan Karangreja sangat berpotensi untuk terus meningkatkan hasil produksi daun bawang. Terlebih lagi, produktivitas per hektar dari daun bawang tersebut sebenarnya masih dapat ditingkatkan lagi.

Dari data yang ada, dapat disimpulkan bahwa Kabupaten Purbalingga memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi Produsen daun bawang terbesar di Jawa Tengah. Terlebih lagi jika dilihat dari kondisi alam Kabupaten Purbalingga yang sangat cocok untuk pertanian daun bawang. Maka dari itu, diperlukan usaha bersama dari petani daun bawang dan pemerintah daerah untuk meningkatkan produktivitas daun bawang demi Purbalingga yang lebih baik.

Penulis: Ghina Noviana, Mahasiswa Politeknik Statistika STIS, Jakarta.
Dikirim ke redaksi Lentera.co.id pada Kamis, 31 Oktober 2019

- Advertisement -Download

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait

Rusia Serang Suriah, 4 Warga Sipil Suriah Tewas

LENTERA NEWS -- Rusia melancarkan serangan di Idlib di Suriah, pada Sabtu, 18 Januari 2020 waktu setempat. Serangan udara yang dilakukan menewaskan sedikitnya empat...

Skandal Jiwasraya Diduga Melibatkan Orang Dekat Kekuasaan

LENTERA NEWS -- Partai Demokrat kukuh mendorong dibentuknya Pansus Jiwasraya di DPR. Demokrat tak setuju apabila dugaan skandal penyelewengan dana asuransi Jiwasraya hanya dibentuk...

Mengenal Sosok di Balik Penahanan 1 Juta Muslim Uighur di China

LENTERA NEWS -- Setelah kerusuhan berdarah di sebelah barat China sepuluh tahun lalu, Partai Komunis China menugaskan seorang pejabat untuk mengatasi masalah ketertiban: seorang...

Granat Asap Meledak Dalam Bungkusan Plastik, 2 Anggota TNI Korban

LENTERA NEWS -- Terjadi ledakan di Jakarta pada Selasa, 03 Desember 2019 sekitar pkul 07.20 WIB, tepatnya di jalan Medan Merdeka Utara, di area...

Tercemar Sampah, Sungai Ciberes jadi Merah Jambu dan Bau Busuk

LENTERA NEWS - Air Sungai Ciberes di Desa Gebang Kulon, diduga tercemar Limbah Industri dan sampah yang menyebabkan sungai tersebut berubah warna menjadi merah...

POPULER

Surat Sultan Tidore buat Presiden Jokowi

Assalamualaikum wr.wb. Inilah warkatul ikhlas, yang kami sampaikan kepada Bapak dalam rangka menyambut HUT KEMERDEKAAN RI ke-74 dengan harapan dan doa semoga Bapak dan kelurga...

Tunjangan hari raya dan gaji-13 akan dibayarkan pada 24 Mei.

NEWS.LENTERA.CO.ID -- Tunjangan hari raya dan gaji ke-13 untuk aparatur sipil negara atau PNS pemerintah daerah akan dibayarkan tepat waktu merujuk pada peraturan pemerintah...

Rusia Menanggapi Sikap AS Menambah Pasukan Militer di Timteng

NEWS.LENTERA.CO.ID -- Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov pada Senin, 27 Mei 2019 mengatakan, kemungkinan peningkatan keberadaan militer Amerika Serikat di Timur Tengah bisa...

46 PNS Dipecat Akibat Doyan Bolos dan Kasus Perzinaan

NEWS.LENTERA.CO.ID -- Badan Pertimbangan Kepegawaian (BAPEK) memecat 42 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang doyan bolos. Keputusan itu diambil dalam sidang terhadap 46 PNS yang...

Jadi Pejabat, Anies: Dicaci tidak Tumbang, Dipuji tidak Terbang

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan tak luput dari kritikan masyarakat