“Buat Apa Pilkada jika Ancam Keselamatan Jiwa”

Pandemi virus Corona (Covid-19) masih melanda Tanah Air. Bahkan kasusnya pun terus meningkat. Hingga kini tidak ada tanda-tanda penyebaran virus tersebut menurun.

Penularan virus asal Wuhan ini terjadi di mana saja. Dari rumah, alat transportasi hingga di perkantoran.

Di sisi lain, pemerintah masih bersikeras tetap melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada Desember mendatang. Kondisi ini dikritik banyak pihak karena Pilkada yang memicu berkumpulnya banyak orang bisa berpotensi membuat virus ini semakin menyebar.

Mantan Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin juga menyoroti tentang polemik Pilkada 2020 di tengah pandemi Covid-19.

Melalui akun Twitternya, politikus Partai Persatuan Pembangunan ini menegaskan tujuan berpolitik untuk kemanusiaan.

Menurut dia, buat apa pilkada digelar jika pilkada dapt mengancam keselamatan jiwa. “Tujuan berpolitik itu untuk kemanusiaan.Bila tahapan Pilkada dapat mengancam keselamatan jiwa, lalu untuk tujuan apa ia diadakan?” kata Lukman melalui akun Twitternya, @lukmansaifuddin, Senin, 21 September 2020.

Desakan menunda Pilkada Serentak 2020 disuarakan banyak pihak. Bahkan dua ormas besar di Tanah Air, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan PP Muhammadiyah telah membuat pernyatan sikap meminta tunda pilkada. Namun hingga kini tidak ada tanda-tanda pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan penundaan ajang kontestasi politik lima tahunan tersebut.

(Source: Sindonews.com/dam)

- Advertisement -Download

BACA JUGA

Membaca Arah Kebijakan Pembentukan UU Ciptaker

LENTERA NEWS -- Pada 5 Oktober lalu, Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) telah mengesahkan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang....

Logo Sumpah Pemuda 2020 Dirilis Kemenpora. Ini Maknanya

LENTERA NEWS -- Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali secara resmi melaunching logo Hari Sumpah Pemuda ke-92 tahun...

Majelis Hakim: Heru Pakai Uang Jiwasraya untuk Judi di Kasino

LENTERA NEWS -- Majelis hakim menyatakan pemilik Maxima Grup Heru Hidayat telah menggunakan uang nasabah Jiwasraya untuk berfoya-foya dengan berjudi di kasino.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

POPULER

Surat Sultan Tidore buat Presiden Jokowi

Assalamualaikum wr.wb. Inilah warkatul ikhlas, yang kami sampaikan kepada Bapak dalam rangka menyambut HUT KEMERDEKAAN RI ke-74 dengan harapan dan doa semoga Bapak dan kelurga...

Tunjangan hari raya dan gaji-13 akan dibayarkan pada 24 Mei.

NEWS.LENTERA.CO.ID -- Tunjangan hari raya dan gaji ke-13 untuk aparatur sipil negara atau PNS pemerintah daerah akan dibayarkan tepat waktu merujuk pada peraturan pemerintah...

Jadi Pejabat, Anies: Dicaci tidak Tumbang, Dipuji tidak Terbang

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan tak luput dari kritikan masyarakat

Rusia Menanggapi Sikap AS Menambah Pasukan Militer di Timteng

NEWS.LENTERA.CO.ID -- Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov pada Senin, 27 Mei 2019 mengatakan, kemungkinan peningkatan keberadaan militer Amerika Serikat di Timur Tengah bisa...

46 PNS Dipecat Akibat Doyan Bolos dan Kasus Perzinaan

NEWS.LENTERA.CO.ID -- Badan Pertimbangan Kepegawaian (BAPEK) memecat 42 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang doyan bolos. Keputusan itu diambil dalam sidang terhadap 46 PNS yang...