Bila KMI Dalangi Aksi, Moeldoko: Itu Sama Saja Kami Bunuh Diri

LENTERA NEWS — Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Gatot Nurmantyo membantah tuduhan mendalangi aksi unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja. Gatot menilai, BIN dan Polri bisa dengan mudah mendeteksi hal tersebut.

“KAMI dituduh di balik demo ini, kemudian bahkan ada lagi, KAMI mendesain provokator jadi radikal dan lain-lain. Sebenarnya hari ini tidak perlu repot-repot, ada BIN ada Polri yang sudah teruji. Kan tinggal cari saja. Sangat mudah sekali,” kata Gatot dalam YouTube Refly Harun dilihat pada Jumat, 16 Oktober 2020.

Menurutnya, BIN maupun Polri bisa mencari siapa yang menjadi provokator. Apalagi yang membuat sampai aksi berujung anarkis dan terjadi pembakaran fasilitas umum.

Gatot mengatakan, jika mendalangi aksi hingga ricuh malah bunuh diri untuk gerakan KAMI. Sebab, akan menyulitkan masa depan KAMI sebagai gerakan moral. Menurutnya, aksi anarkis itu merusak masa depan.

“Kemudian tahu benar bahwa apabila anarkis membakar fasilitas umum ini sama saja kita bunuh diri. Kita akan merusak masa depan kita sendiri,” kata Gatot.

Demo Rusuh Pengalihan Isu

Gatot meyakini gelombang masyarakat turun ke jalan menolak UU Cipta Kerja memang didasari kondisi saat ini. Perekonomian tengah sulit, banyak korban PHK akibat pandemi Covid-19, ditambah disahkannya undang-undang yang dianggap merugikan kaum pekerja.

“Dibayangi hal ini jadinya semua pada takut, akhirnya semua bergerak,” ucapnya.

Gatot menilai, seharusnya isu yang ditekankan adalah substansi dari UU Cipta Kerja itu sendiri. Pemerintah perlu memberikan informasi jelas kepada masyarakat.

Dia menilai ada pengalihan isu menjadi mencari-cari dalang biang rusuh demo menolak UU Cipta Kerja.

“Saya pikir ini suatu hal yang sering kita dengar pengalihan isu,” ucapnya.

Gatot pun menegaskan, secara organisasi KAMI tidak ikut serta dalam demo. Jika memang ada yang ikut, itu hanya membuat individu saja bukan secara organisasi.

“Dalam kegiatan ini saya sampaikan, bahwa KAMI tidak ikut dalam demo apalagi bertindak anarkis,” ucapnya.

(Merdeka.com/rnd)

- Advertisement -Download

BACA JUGA

Pembunuhan Relawan Masjid Terekaman CCTV

LENTERA NEWS -- Dewan Nasional Muslim Kanada merilis rekaman keamanan yang dikatakan menunjukkan pembunuhan seorang relawan berusia 58 tahun di luar sebuah masjid...

Gegara Kartun Nabi Muhammad, Seorang Guru Ditikam Mati

LENTERA NEWS -- Seorang guru sejarah sekolah menengah di Prancis ditikam sampai mati di dekat sekolah di mana awal bulan ini. Peristiwa...

Soal Penangguhan Ekspor Senjata, Erdogan Kritik Kanada

LENTERA NEWS -- Presiden Turki Tayyip Erdogan mengatakan kepada Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau bahwa penangguhan Kanada atas ekspor beberapa teknologi drone tidak sejalan...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

POPULER

Surat Sultan Tidore buat Presiden Jokowi

Assalamualaikum wr.wb. Inilah warkatul ikhlas, yang kami sampaikan kepada Bapak dalam rangka menyambut HUT KEMERDEKAAN RI ke-74 dengan harapan dan doa semoga Bapak dan kelurga...

Tunjangan hari raya dan gaji-13 akan dibayarkan pada 24 Mei.

NEWS.LENTERA.CO.ID -- Tunjangan hari raya dan gaji ke-13 untuk aparatur sipil negara atau PNS pemerintah daerah akan dibayarkan tepat waktu merujuk pada peraturan pemerintah...

Jadi Pejabat, Anies: Dicaci tidak Tumbang, Dipuji tidak Terbang

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan tak luput dari kritikan masyarakat

Rusia Menanggapi Sikap AS Menambah Pasukan Militer di Timteng

NEWS.LENTERA.CO.ID -- Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov pada Senin, 27 Mei 2019 mengatakan, kemungkinan peningkatan keberadaan militer Amerika Serikat di Timur Tengah bisa...

46 PNS Dipecat Akibat Doyan Bolos dan Kasus Perzinaan

NEWS.LENTERA.CO.ID -- Badan Pertimbangan Kepegawaian (BAPEK) memecat 42 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang doyan bolos. Keputusan itu diambil dalam sidang terhadap 46 PNS yang...