Advertisement

Setelah Gencatan Senjata, Israel Serang Palestina

Pasukan Israel menembak mati seorang warga Palestina di Gaza setelah gencatan senjata

NEWS.LENTERA.CO.ID — Pasukan Israel dilaporkan telah menewaskan seorang warga Palestina di Gaza saat demonstrasi digelar di perbatasan. Penembakan dilakukan oleh pasukan Israel, meski kesepakatan gencatan senjata dengan Palestina telah dicapai pada awal pekan ini.

Kesepakatan tersebut sebelumnya dilakukan untuk mengakhiri pertempuran yang berlangsung selama dua hari berturut-turut, dengan adanya serangan roket yang ditembakkan Israel dan dibalas dengan ratusan serangan udara oleh militer Israel. Seorang pejabat senior Palestina di Gaza mengatakan Israel telah setuju untuk mengimplementasikan serangkaian tindakan dalam waktu satu minggu. Hal itu termasuk untuk mencabut pembatasan impor banyak barang ke Jalur Gaza, sebagai bagian dari perjanjian gencatan senjata.

Pejabat itu juga mengatakan pada dasarnya perjanjian itu berfokus agar Israel melaksanakan ketentuan yang sebelumnya sudah disepakati. Namun, saat ini adalah pertama kalinya Israel berjanji untuk melakukannya meski hanya untuk satu pekan.

Hamas telah mengatakan bahwa bersedia untuk mengakhiri upaya perlawanan terhadap Israel. Hanya ada demonstrasi damai yang dilakukan di perbatasan, yang selama ini dilakukan oleh para warga Palestina.

Tetapi, dalam aksi protes yang pertama kali dilakukan pasca-pertempiran pekan lalu tersebut, seorang warga Palestina bernama Abdullah Abd al-Aal tewas. Ia ditembak di bagian perut saat berada di dekat pagar perbatasan dengan Israel di timur Rafah, Jalur Gaza bagian selatan.

Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan bahwa sejak dimulainya aksi protes Great March of Return yang diselenggarakan setiap Jumat mulai pada tahun lalu itu telah membuat lebih dari 275 warga Palestina tewas dan 17 ribu lainnya terluka. Aksi protes yang tepatnya dimulai pada 30 Maret 2018 dilakukan untuk menuntut agar Palestina memiliki hak kembali ke tanah mereka yang diambil secara paksa dengan pendirian Israel pada 1948.

Dalam aksi protes terbaru ini, militer Israel mengatakan sekitar 6.000 orang mengambil bagian dalam demonstrasi. Ia menyatakan bahwa telah ada sejumlah ledakan yang diidentifikasi di Jalur Gaza, serta upaya mendekati pagar perbatasan.

Demonstrasi kali ini juga dilihat sebagai ujian utama bagi Israel dalam kesepakatan gencatan senjata yang dilakukan dengan Palestina. Perjanjian tersebut telah dimediasi oleh Mesir dan PBB.

Sebelumnya, PBB telah memperingatkan bahwa Gaza berada di ambang bencana kemanusiaan. Satu juta warga Palestina di wilayah itu terancam kelaparan.

Selama 12 tahun terakhir, warga di Gaza, daerah sepanjang 25 mil yang menampung hampir dua juta orang di dalamnya telah menderita dengan berbagai pembatasan yang terjadi. Mereka hingga saat ini harus menghadapi blokade yang dilakukan tak hanya oleh Israel, namun juga Mesir.

Sumber: Republika

- Advertisement -Download

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait

Dalam Tiga Bulan, 10 Kali Nunung Pesan Sabu

NEWS.LENTERA.CO.ID -- Hasil interogasi, komedian Tri Retno Prayudati alias Nunung dan suaminya, July Jan Sambiran, sudah memesan narkotika berjenis sabu-sabu sebanyak 10 kali dalam...

Izin Lambat di Daerah, BI: Penghambat Investasi

NEWS.LENTERA.CO.ID -- Deputi Gubernur Senior (DGS) Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara yang juga merupakan Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Evaluasi dan Analisa Dampak Kebijakan Ekonomi...

Proyek Perusahaan China tak Selesai, Mahathir Sita 1 Miliar Ringgit

NEWS.LENTERA.CO.ID -- Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengatakan, negaranya menyita lebih dari 1 miliar ringgit dari rekening bank milik China Petroleum Pipeline Engineering (CPP)....

Penerapan Teknologi dalam Mencapai Target Kerja Management

NEWS.LENTERA.CO.ID -- Perusahaan adalah suatu lembaga dalam bentuk organisasi yang dioperasikan dengan tujuan untuk menyediakan barang dan jasa bagi masyarakat dengan motif atau insentif...

46 PNS Dipecat Akibat Doyan Bolos dan Kasus Perzinaan

NEWS.LENTERA.CO.ID -- Badan Pertimbangan Kepegawaian (BAPEK) memecat 42 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang doyan bolos. Keputusan itu diambil dalam sidang terhadap 46 PNS yang...
- Advertisment -

POPULER

Tunjangan hari raya dan gaji-13 akan dibayarkan pada 24 Mei.

NEWS.LENTERA.CO.ID -- Tunjangan hari raya dan gaji ke-13 untuk aparatur sipil negara atau PNS pemerintah daerah akan dibayarkan tepat waktu merujuk pada peraturan pemerintah...

Rusia Menanggapi Sikap AS Menambah Pasukan Militer di Timteng

NEWS.LENTERA.CO.ID -- Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov pada Senin, 27 Mei 2019 mengatakan, kemungkinan peningkatan keberadaan militer Amerika Serikat di Timur Tengah bisa...

Rupiah Diprediksi Bakal Melemah pada Kisaran ini

NEWS.LENTERA.CO.ID -- Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa, 28 Mei 2019 pagi terkoreksi tipis setelah sempat menguat di awal...

Jadi Pejabat, Anies: Dicaci tidak Tumbang, Dipuji tidak Terbang

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan tak luput dari kritikan masyarakat

46 PNS Dipecat Akibat Doyan Bolos dan Kasus Perzinaan

NEWS.LENTERA.CO.ID -- Badan Pertimbangan Kepegawaian (BAPEK) memecat 42 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang doyan bolos. Keputusan itu diambil dalam sidang terhadap 46 PNS yang...