Advertisement

JPU Tuntut AHM 12 Tahun, ZM 8 Tahun Penjara

LENTERA NEWS — Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut calon gubernur Maluku Utara (Malut) dalam Pilkada Serentak 2018 lalu, Ahmad Hidayat Mus dengan pidana penjara selama 12 tahun. Sementara adik kandungnya sekaligus Bupati Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah nonaktif, Zainal Mus, dituntut dengan pidana 8 tahun penjara.

Dilansir dari Sindonews.com, perkara dan surat tuntutan ‎keduanya dalam berkas terpisah tetapi ditangani tim JPU yang sama. JPU yang dipimpin Lie Putra Setiawan dengan anggota Nanang Suryadi, Heradian Salipi, dan Bayu Satriyo menilai, ‎Ahmad Hidayat Mus selaku Bupati Kepulauan Sula, Provinsi Malut, periode 2005-2010 dan Zainal Mus selaku Ketua DPRD Kabupaten Sula periode 2009-2014 telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah menurut hukum melakukan tindak pidana korupsi (tipikor).

Hidayat dan Zainal telah melakukan beberapa perbuatan berlanjut secara melawan hukum dalam proses pengadaan lahan secara manupulatif untuk Bandara Bobong di Kabupaten Kepulauan Sula dari APBD 2009 yang tidak sesuai ketentuan. Kakak-adik ini juga terbukti mencairkan dan menyalurkan anggaran pembebasan tanah lokasi Bandara Bobong dari di luar peruntukan‎ mencapai Rp3.448.900.000 dalam dua tahap pada Agustus dan September 2009.

Dari perbuatan tersebut Hidayat dan Zainal memperkaya diri sebesar Rp2,703 miliar‎ dan memperkaya puluhan orang di antaranya Kapolres Kepulauan Sula saat itu dengan penerimaan Rp75 juta pada 9 September 2009 dan Kajari Kepulauan Sula saat itu dengan penerimaan Rp35 juta sekitar 11September 2009. JPU meyakini atas perbuatan Hidayat dan Zainal tersebut negara mengalami kerugian sebesar Rp3.448.900.000.

Dalam analisa yurudis, JPU menuangkan, saat kasus yang sama disidik oleh Polda Malut sudah ada pengembalian Rp650 juta oleh Zainal pada Mei 2014, pengembalian sebesar Rp75 juta oleh sejumlah pihak ke Polda, dan pengembalian Rp20 juta oleh Staf sekretaris Panitia Pengadaan Tanah Djamin Kharie ke KPK saat kasus diambilalih oleh KPK. Karenanya jumlah total yang sudah dikembalikan sebesar Rp745 juta.

“Menuntut agar majelis hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang memeriksa perkara ini memutuskan, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Ahmad Hidayat Mus dengan pidana penjara selama 12 tahun dan denda sejumlah Rp1 miliar subsider pidana kurungan pengganti selama 6 bulan,” ujar JPU Lie Putra Setiawan saat membacakan amar tuntutan atas nama Hidayat, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis, 14 Maret 2019.

Selain itu, JPU menuntut Hidayat dengan pidana tambahan berupa uang pengganti sebesar Rp2,408 miliar selambat-lambatnya satu bulan setelah putusan pengadilan memperoleh hukum tetap atau diganti dengan pidana penjara selama 6 tahun. JPU Nanang Suryadi membeberkan, terhadap Zainal maka JPU menuntut dengan pidana penjara selama 8 tahun dan pidana denda sebesar Rp500 juta subsider enam bulan kurungan.

Terhadap Zainal juga dituntut dengan pidana uang pengganti sebesar Rp294 juta selambat-lambatnya satu bulan setelah putusan pengadilan memperoleh hukum tetap atau subsider pidana penjara selama 2 tahun. Atas tuntutan JPU, Ahmad Hidayat Mus dan Zainal Mus beserta tim penasihat hukum memastikan akan mengajukan nota pembelaan (pleidoi).

- Advertisement -Download

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait

Dalam Tiga Bulan, 10 Kali Nunung Pesan Sabu

NEWS.LENTERA.CO.ID -- Hasil interogasi, komedian Tri Retno Prayudati alias Nunung dan suaminya, July Jan Sambiran, sudah memesan narkotika berjenis sabu-sabu sebanyak 10 kali dalam...

Izin Lambat di Daerah, BI: Penghambat Investasi

NEWS.LENTERA.CO.ID -- Deputi Gubernur Senior (DGS) Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara yang juga merupakan Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Evaluasi dan Analisa Dampak Kebijakan Ekonomi...

Proyek Perusahaan China tak Selesai, Mahathir Sita 1 Miliar Ringgit

NEWS.LENTERA.CO.ID -- Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengatakan, negaranya menyita lebih dari 1 miliar ringgit dari rekening bank milik China Petroleum Pipeline Engineering (CPP)....

Penerapan Teknologi dalam Mencapai Target Kerja Management

NEWS.LENTERA.CO.ID -- Perusahaan adalah suatu lembaga dalam bentuk organisasi yang dioperasikan dengan tujuan untuk menyediakan barang dan jasa bagi masyarakat dengan motif atau insentif...

46 PNS Dipecat Akibat Doyan Bolos dan Kasus Perzinaan

NEWS.LENTERA.CO.ID -- Badan Pertimbangan Kepegawaian (BAPEK) memecat 42 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang doyan bolos. Keputusan itu diambil dalam sidang terhadap 46 PNS yang...
- Advertisment -

POPULER

Tunjangan hari raya dan gaji-13 akan dibayarkan pada 24 Mei.

NEWS.LENTERA.CO.ID -- Tunjangan hari raya dan gaji ke-13 untuk aparatur sipil negara atau PNS pemerintah daerah akan dibayarkan tepat waktu merujuk pada peraturan pemerintah...

Rusia Menanggapi Sikap AS Menambah Pasukan Militer di Timteng

NEWS.LENTERA.CO.ID -- Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov pada Senin, 27 Mei 2019 mengatakan, kemungkinan peningkatan keberadaan militer Amerika Serikat di Timur Tengah bisa...

Rupiah Diprediksi Bakal Melemah pada Kisaran ini

NEWS.LENTERA.CO.ID -- Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa, 28 Mei 2019 pagi terkoreksi tipis setelah sempat menguat di awal...

Jadi Pejabat, Anies: Dicaci tidak Tumbang, Dipuji tidak Terbang

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan tak luput dari kritikan masyarakat

46 PNS Dipecat Akibat Doyan Bolos dan Kasus Perzinaan

NEWS.LENTERA.CO.ID -- Badan Pertimbangan Kepegawaian (BAPEK) memecat 42 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang doyan bolos. Keputusan itu diambil dalam sidang terhadap 46 PNS yang...