oleh

SD N 1 Umiyal, Antara Amanat Undang-Undang dan Realitas di Sekolah

Pendidikan itu amanat Undang-undang

HALTENG, LENTERA.CO.ID – Konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) mengamanatkan kepada pemerintahan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, sebagaimana yang termaktub dalam Perambule/pembukaan Undang-Undang Dasar tahun 1945. Yang uraikan dalam pasal 31 UUD 1945, yang berbunyi “Setiap warga negara berhak mengikuti dan mendapatkan pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya”.

Baca Juga SDN 01 Umiyal di Pulau Gebe Kekurangan Guru dan Fasilitas Sekolah

Untuk melaksanakan tanggungjawab sebagaimana ketentuan UUD 1945 (lex Generalis), Pemerintah kemudian mengaturnya dalam Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional sebagai aturan turunannya (lex Spesialis).

Menurut UU No. 20 tahun 2003 pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Namun hal ini tidak dapat dirasakan oleh semua anak-anak usia pendidikan dasar, misalnya siswa-siswi Sekolah Dasar (SD) Negeri 1 Umiyal, Desa Umiyal Kabupaten Halmahera Tengah Provinsi Maluku Utara. Yang terkandala jumlah Guru, Ruang Kelas, Perpustakaan, dan fasilatas pendukung pelaksanaan proses belajar mengajar lainnya.

Kondisi ini dialami SD Negeri di Pulau Yoi

Betapa tidak, SD Negeri yang berada di Pulau Yoi Kabupaten Halmahera Tengah ini hanya memiliki lima orang tenaga pengajar yang salah satu diantara mereka adalah kepala sekolah dan satu orang tenaga pengajar honorer dan tiga lainnya Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sehingga bisa dipastikan bahwa satu orang tenaga pengajar di SD N Umiyal menangani proses belajar mengajar di dua kelas sekaligus.

Kondisi ruang kelas SD N 1 Umiyal

Selain itu, kesemua tenaga pengajar di SD N 1 Umiyal tidak memiliki spesifik dalam bidang study Pendidikan Jaskes dan Bidang Study Pendidikan Agama.

Menurut pengakuan salah satu tenaga Guru SD N 1 Umiyal, Jidi Abd. Rahman bahwa pemerintah Daerah Halmahera Tengah mestinya mengevaluasi dan melakukan penambahan guru pada spesifik bidang study olahraga dan pendidikan agama untuk memenuhi kebutuhan pendidikan 98 orang siswa di SD tersebut.

Selain itu bagi Jidi, kendala paling berat bagi tanaga pengajar disana adalah anggaran operasional guru PNS tidak maksimal untuk menjangkau sekolah yang ada di pulau Yoi ini. Dengan jumlah siswa kelas satu sebanyak 27 orang, siswa kelas dua sebabyak 15 orang siswa kelas tiga 16 orang kelas empat 9 siswa kelas lima 15 orang dan kelas enam berjumlah 16 orang ini.

Tak hanya itu, Jidi juga menyampaikan keluhannya mewakili guru dan orang tua wali murid terkait kelayakan ruang belajar, mobiler sekolah, kas, kursi dan meja milik SD Negeri yang ada di wilayah administrasi kecamatan Pulau Gebe itu.

“Bagi kami ini sebuah masalah yang harus dituntaskan karena Rabat beton itupun hancur maka harap Guru wali Murid mohon diperbaiki. Terlepas dari itu Mobiler Sekolah juga sangat kekurangan Kas, kursi Meja yang dibutuhkan kas minimal Enam Meja yang dibutuhkan 50 dan kursi 100” jelasnya.

Mutu Pendidikan Sangat Penting Bagi Penerus Bangsa ini

Masalah yang terjadi di SDN 01 Umiyul dipulau Yoi tersebut masih enggan di bijaki oleh pemerintah, dan terdapat dibanyak sekolah di Indonedia. Fasilitas tidak lengkap seperti buku diktat, perpustakaan dan laboratorium, dan kebutuhan pendidikan lainnya.

Fasilitas Sekolah Dasar yang tidak memadai

Sekolah seperti ini kebanyakan terdapat di daerah tertinggal. Namun, di kota-kota besar juga masih banyak terdapat sekolah yang tidak memiliki fasilitas yang baik. Dampak dari fasilitas belajar yang kurang baik, para siswa menjadi kesulitan untuk mengikuti proses belajar di sekolah.

Mutu para pendidik juga belum terlalu memadai. Hal ini dapat dilihat dari adanya sekolah unggulan dan non unggulan di setiap daerah. Kualitas dan kuantitas pendidik juga tidak seimbang antara di kota-kota besar dan di daerah. Maka, sudah sepantasnya, Pemerintah tidak boleh mengabaikan proses pendidikan, karena pendidikan sebagai tempat membangun generasi bangsa kedepan.

Rep/Fandi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed